Genderang pertarungan merebut hati rakyat menyongsong Pemilu 2009 sudah ditabuh. Bahkan, setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan pada 8 Juli 2008 hingga 2 April 2009 sebagai masa kampanye, pertarungan itu sudah sangat sengit.KPU sepertinya ingin menyaksikan Pemilu 2009 benar-benar dimenangkan Parpol pilihan rakyat. Maka, Parpol diberi waktu sembulan (9) bulan, untuk berkampanye mensosialisasikan program partainya kepada rakyat.
Atas dasar itu, semua Parpol memainkan strategi masing-masing. Jurus-jurus pamungkas pun dikeluarkan, janji-janji muluk pun sudah ditabur. Gambar dan lambang partai sudah dipasang dimana-mana.
Menghadapi itu, rakyat sebetulnya cemas, was-was dan ketakutan. Betapa tidak, sejumlah politisi busuk muncul kembali. Kelompok oportunis, preman pasar, pecandu Narkoba, bajingan tengik, koruptor dan perampas hak rakyat, ikut menjadi Caleg.
Malah, setelah Mahkamah Kontitusi (MK) mengeluarkan ketetapan Pemilu 2009 memakai system suara terbanyak, nama-nama beken itu paling gencar menebar pesona dan paling gencar berjuang untuk duduk di gedung dewan.
Rakyat trauma, karena politisi busuk lihai memanfaatkan situasi. Berpura-pura dekat dengan rakyat, ketika menjelang Pemilu. Figur yang selama ini dikenal sebagai perampas hak rakyat, kini berubah seperti pembela rakyat. Mereka berubah seolah menjadi sosok paling dermawan, paling solider dan paling dekat dengan rakyat.
Politisi busuk itu, kini rajin bagi sembako, sunat massal dan bagi-bagi santunan bagi kaum duafa. Kegiatan politisi busuk itu diekspos di media massa secara besar-besaran, walau yang diberikan sang politisi busuk hanya sekedar beras sekilo dan kain selembar.
TIDAK TERKECOH
Untungnya rakyat kita sudah cerdas. Gerakan untuk menolak politisi busuk pun sudah muncul. Sejumlah organisasi nonpemerintah bergerak cepat mengawal rakyat, agar tidak memilih politisi busuk pada Pemilu 2009.
Menurut kita, gerakan anti politisi busuk adalah bertujuan untuk memperbaiki keterwakilan rakyat di parlemen. Memang, perjuangan untuk melahirkan demokrasi tak boleh dibajak politisi busuk.
Dengan gerakan anti politisi busuk yang sudah muncul di sejumlah daerah, diharapkan mampu mempengaruhi rakyat untuk memilih figure yang tepat. Artinya, rakyat jangan sampai memilih wakil yang salah.
Kita bersyukur, rakyat sudah tidak mau terkecoh. Rakyat sudah tahu, bahwa politisi busuk tidak bisa diharap untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
Rakyat kita, kini menginginkan politisi muda yang enerjik dan bersih dari kepentingan masa lalu. Yakni figur-figur muda yang memahami masalah rakyat, belum dicemari praktek korupsi dan memang asli anak rakyat.
Rakyat sudah tidak butuh politisi busuk, politisi tua yang sudah payah berdiri dan sudah pikun. Rakyat butuh yang muda, cerdas dan sehat. ***
Sumber : www.kabarindonesia.com












The archetypal louis vuitton accompany a consequence of style, and beginning new designs are accessible this division as well. Louis Vuitton purse by the artist characterization louis handbags has been accepted to accomplish comfortable essentials for every break and style. It's a account you will wish to accomplish at a affair or a red carpeting event. Monogram Canvas accept been a awareness division afterwards division back so abounding years now. It is absurd how abundant they accept acquired acceptance and the acumen abaft this success is no agnosticism the superior of Monogram Cruise artefact and fashionable designs.
BalasHapus